Inilah Beberapa Penjelasan Dasar dalam Permainan Kriket

Inilah Beberapa Penjelasan Dasar dalam Permainan Kriket

Walaupun sama-sama melakukan aktivitas lempar, pukul dan lari, namun secara detailnya, kriket sangatlah berbeda dengan olahraga baseball, softball dan kasti. Perbedaan tersebut mulai dari jenis bola, model pemukul sampai dengan aturan-aturannya.

Berbicara mengenai aturannya, seperti yang disebutkan di atas, kriket memiliki peraturan permainan yang berbeda dan cukup unik jika dibandingkan dengan kasti, baseball dan softball. Berikut ini adalah beberapa penjelasan dasar mengenai kriket.

  • Pemain

Pemain Kriket

Dalam permainan kriket, setiap regunya berisikan 11 orang untuk jenis lapangan elips dan 9 sampai dengan 10 orang untuk jenis lapangan persegipanjang. Khususnya untuk yang berisikan 9 sampai 10 pemain, setiap pemain memiliki peran sendiri-sendiri, seperti kapten tim bertugas untuk membuat strategi sampai dengan mengatur para pemain yang harus turun dalam pertandingan.

Kedua adalah batsman. Pemain ini bertugas untuk memukul bola yang mana mendapatkan 2 kali kesempatan. Jika 2 kali gagal memukul, maka pemain yang bersangkutan harus keluar dan digantikan pemain lainnya. Bowler adalah orang yang bertugas melempar bola, fielder dan wicket keeper bertugas menangkap bola, mid on dan mid off bertugas membantu batsman, gully bertugas pengecoh sampai dengan pemain yang bertugas sebagai slips, long on dan long off.

  • Waktu

Waktu Permainan Kriket

Dalam kriket terdapat 2 babak. Setiap babaknya tidak dibatasi atau ditentukan waktu yang pasti karena permainannya bisa memakan waktu sampai berhari-hari jika memang dua tim tersebut cukup lihai dalam memainkannya. Namun pada umumnya hanya berakhir pada waktu satu hari saja.

  • Peraturan

Peraturan Kriket

Tentu saja, setiap cabang olahraga memiliki rule atau aturan masing-masing. Dalam kriket, tim yang bertugas untuk memukul wajib menurunkan 2 batsman, sedangkan tim yang bertindak sebagai lawan harus menyiapkan satu orang yang bertugas sebagai pelempar bola.

Tugas dari pemukul tentunya mampu memukul bola yang dilemparkan sejauh mungkin dan mencetak nilai sebanyak-banyaknya. Seperti halnya di baseball ataupun softball, ada istilah run jika bola yang dipukul keluar jaud melewati garis lapangan. Sedangkan tugas tim lawan adalah menangkap bola dan menggagalkan lawannya mendapatkan nilai.

Usai satu tim menyelesaikan satu kali over, maka saatnya untuk bergantian dengan tim lawan berganti menjadi tim pemukul. Ketika sudah berganti menjadi tim pemukul, maka tim tersebut harus mengejar ketertinggalan poin dari tim lawannya.

  • Lapangan

Lapangan Kriket

Seperti yang disebutkan di atas, ada 2 jenis lapangan yang digunakan dalam olahraga kriket, yaitu yang berbentuk elips dan persegipanjang. Untuk lapangan yang berbentuk elips, batas terluarnya ditandai dengan pembatas atau boundary berupa pagar, tali, garis di atas rumput sampai dengan tribun penonton. Di bagian tengahnya terdapat arena permainan atau pitch berbentuk persegi panjang dengan lebar 3 meter. Terdapat juga batang kayu sepanjang 710 mm atau yang disebut stump tertancap di tanah dengan posisi sejajar. Untuk lapangan yang berbentuk persegipanjang juga sama dengan pitch utama pada lapangan berbentuk elips atau oval.

  • Dismissal

Dismissal Kriket

Dalam permainan kriket, ada beberapa macam hal yang dinyatakan dismissal atau gagal/salah, yaitu bowled, caught, leg before wicket, run out, stumped, hit wicket dan time out. Ketika tim pemukul melakukan kesalahan, maka tim lawan harus mengajukan appeal agar ada tindakan lebih lanjut yang dapat dilakukan oleh umpire.

Share with your Friends :