Tongkat Ajaib, Bawa Atlet Hoki Meraih Hoki

lexy kristanto

Siapa yang tidak mengenal cabang olaharaga yang satu ini. Cabang olahraga yang dimainkan oleh pria maupun wanita ini cukup banyak yang menggemari. Bahkan seorang yang tidak bisa bermain hoki pun jika melihat pertandingan ini pasti akan terbawa suasana dan akan ikut serta menggemari olahraga tersebut meski hanya menonton. Indonesia pun juga memiliki tim hoki terbaik andalannya yang juga cukup banyak mengukur prestasi hingga mengharumkan nama bangsa.

Bahkan siapa sangka, apabila terdapat seorang atlet hoki yang berhasil mengharumkan namanya sendiri dan membawa nama baik daerahnya sendiri. Tak ada yang mengira bahwa akan ada seorang pemain putra terbaik dari Kejuaraan Nasional atau biasa disebut dengan KEJURNAS. Dalam kejuaran yang digelar Antar-Provinsi Piala Presiden 2017, seorang Lexy Kristanto, pada awalnya mulai merintis karirnya di cabang olahraga ini dengan berbekal dari sebuah tongkat pinjaman.

Pada awalnya, seorang atlet pemain Hoki berkebangsaan Indonesia ini meminjam tongkat milik temannya. Berawal dari sini, tongkat tersebutlah yang menghantarkan Lexy Kristanton meraih impiannya. Dengan berbekal tongkat pinjaman tersebut menjadi medium semangat bagi Lexy untuk tidak pernah menyerah dan melunturkan semangatnya dalam berlatih. Sampai pada akhirnya tongkat tersebut mampu menghantarkan Lexy menuju kemenangan dalam memenangkan kejuaraan hoki tingkat provinsi.

Atlet yang berasal dari Kalimantan Timur ini benar-benar berpisah dengan tongkat yang menjadi jembatannya menuju kemenangan itu. Hingga akhirnya ia membeli sebuah tongkat yang dijadikan sebagai pegangannya sendiri seharga kurang lebih satu juta rupiah. Bagi Lexy, tongkat bukanlah suatu penghalang yang besar untuk meraih segala mimpinya. Sebab, ia dan para pemain hoki lapangan lainnya justru menghadapi kendala yang lebih besar dari hal semacam itu yaitu minimnya fasilitas arena untuk berlatih yang memenuhi standar.

hoki kalimantan timur

Dapat kita ketahui dimana Kalimantan Timur hanya terdapat satu arena saja untuk berlatih hoki. Yakni di stadion Madya Sempaja, yang menjadi warisan penyelenggraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII yang digelar pada tahun 2008 silam. Tempat itupun hanya seuah permukaan lapangan saja yang masih menggunakan rumput alami dan bukan karpet yang berstandar Internasional. Lexy juga sempat menuturkan bahwa jika berlatih biasanya di stadion itu. Akan tetapi, latihan biasanya di lintasan atletik yang memiliki permukaan yang mirip dengan arena hoki lapangan.

Perjuangan atlet yang berkelahiran 22 Desember ini rupanya tidaklah sia-sia. Dengan berbekal kerja keras dan semangat yang dimiliknya ia berhasil dipanggil untuk bertanding baik pada tingkat provinsi maupun tingkat internasional. Yakni baik untuk bermain di lapangan maupun di ruangan. Lexy dalam hal ini juga membela daerah asalnya sendiri yakni Kaltim di PON XIX yang berlangsung di Jawa Barat pada 2016 yang berubah medali emas.

Berkat kemenangan yang diraihnya itu, akhirnya Lexy dipanggil ke timnas Indones auntuk mengikuti Kejuaraan Hoki Piala Tun Abdul Razak yang digelar di Malaysia akhir November 2017 lalu. Lexy juga membantu tim putra Kaltim dengan berhasil menjuarai Kejurnas Hoki Lapangan Antar-Provinsi Piala Presiden tahun 2017. Dan yang lebih mencengangkan adalah ia berhasil menyabet gelar Pemain Putra Terbaik dalam kompetisi yang digelar 9-19 Desember 2017.

Saat ini, mimpi seorang atlet muda cabang Hoki adalah dapat masuk ke dalam Timnas untuk Asian Games 2018. Tentu hal ini bukan perkara mudah, karena ia harus bersaing dengan 30 pemain lainnya.

Baca : Hoki Malaysia, Berebut Kemenangan Sulung Aksi LHM

Share with your Friends :